INVISIBLE WOMAN

by - 4:20:00 PM

Source

Pernah merasa menjadi orang yang invisible (tak terlihat)? Mungkin sangat menyakitkan. Di saat kita butuh pengakuan dari orang - orang sekitar, namun apa yang kita dapatkan? Just bullshit. Ejekan atau yang paling pahit adalah terkadang dianggap tak ada ataupun dianggap tak mampu. Mencoba untuk menjadi seseoarang yang berpengaruh, tapi boro - boro. Malah sering dipengaruhi orang. Hal ini yang hingga sekarang masih menjadi kendala atau bahkan masalah yang kuanggap WARNING. Aku sendiri juga selalu mengaktifkan self reminder supaya menjadi orang yang lebih baik lagi agar suatu saat nanti bisa menjadi invisible woman yang mampu mempengaruhi seseorang. But, hey! berhasil mempengaruhi seseorang bukanlah hal yang selalu negatif. Ada dua makna yang dimilikinya, positif dan negatif. But I choose positive.

Sampai aku pikir - pikir ternyata istilah dunia itu kejam memanglah benar. Rasanya sakit ketika hanya orang - orang yang terpandang dan berada saja yang bisa dianggap nyata oleh sekitar. Hanya karena selembaran yang menumpuk di rekening makanya dia mampu membeli apapun yang dia inginkan. Hanya karena dia dari kalangan orang terpandang jadi selalu didengar. Ya, semuanya bisa dibeli. Sekalipun itu adalah pertemanan ataupun hidup seseorang.

Di satu sisi ada orang - orang bekerja keras demi bisa masuk ke rumah sakit agar bisa merasakan kenyamanan walaupun di saat itu tengah berjuang melawan malaikat maut. Menjadi invisible bukanlah hal mudah. Bisa - bisa nyawa pun jadi taruhan. Sudah banyak perjuangan orang - orang yang rela demi bisa lepas dari predikat invisible ini. Tapi tidak lah mudah. Butuh perjuangan serius dan waktu yang tidak sebentar. Then me? I WON'T GIVE UP

Beberapa kali sudah melihat di media sosial orang - orang invisible yang harus kalah dan akhirnya merelakan hidupnya dengan kejam direnggut. Mereka pun hanya bisa menonton dan memberikan like yang berjibun - jibun. Pikiran mereka hanya selintas lewat, ucapan mereka pun hanya sekadar basa basi yang pada akhirnya memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan yang lebih popular. Cinta dan Fashion misalnya.

Apa yang aku alami sekarang ternyata sama seperti mereka. Para invisible yang masih merangkak demi mendapatkan pengakuan dan keadilan. Ini yang membuat diriku semakin memutar otak untuk kesekian kali. Berusaha untuk menyenangi diri sendiri bahwa suatu hari nanti akan ada orang yang menganggapku ADA. Bukan hanya sekadar materi tapi juga karena keistimewaan yang aku miliki. Don't give up. Ini kata - kata yang selalu menghampiri otakku agar selalu belajar bangun dan berusaha. Walaupun jatuh yang aku alami haruslah beratus - ratus kali. But I don't care. Akan ada masanya dimana mereka menyebut namaku dan mengenalku karena hasil yang telah aku perbuat.

Ingat, keistimewaan yang kita miliki bisa menjadi point utama untuk menaklukan mereka yang menganggap kita invisible.

NB :
Maaf, kali ini agak serius n melow. Soalnya lagi sensitif. Maklum lagi tamu bulanan...

You May Also Like

0 comments

Leave a comment here n let's be friend :)
(follow for follow)