facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • About
  • Life Style
    • Relationship
    • Kids
    • Kuliah
  • Rekomendasi
  • Contact
  • Download

Kertas Panjang

Mempunyai anak aktif memang kedengarannya melelahkan. Namun, daya batre alias keaktifan mereka ternyata justru membuat anak sehat lho. Tapi dibalik keceriaan anak aktif ternyata terdapat buibu yang jam istirahatnya terbengkalai. Bahkan  buibu hebat ini harus rela ketika dibangunkan dengan cara anti mainstream alias lompatan gaya bebas di atas tubuh. Belum lagi ketika mereka sulit untuk diajak kompromi ketika si ibu harus melewati jam - jam rawan. Contohnya aja nih jam tidur siang atau bahkan ketika jam tidur malam. For your information, anak dengan keaktifan luar biasa ini tidak kenal lelah hingga waktu lho. Walaupun mereka sudah menghabiskan tiga potong chicken nugget dan segunung nasi, plus snack berkalori tinggi tapi faktanya mereka tetap aktif lompat sana sini. Kalori yang tadinya menumpuk dalam tubuh akhirnya sedikit demi sedikit lumer karena kegiatan fisik tubuh tersebut.

Ditambah lagi agak sulit memang mencari permainan yang membuat si aktif anteng berjam – jam. Hal ini dikarenakan mereka penuh energi dan semangat, jadi semua tempat pun masih belum cukup untuk memenuhi rasa kepenasaran mereka. Bahkan tidak jarang emosinya pun pasang surut. Permainan yang dibilang biasa untuk seukuran mereka pun rasanya belum bisa membuat si kecil tenang dalam waktu panjang. Soalnya si aktif sering merasa cepat bosan dengan aktifitas yang tidak berkaitan dengan fisik atau menantang. Tapi lain halnya dengan permainan satu ini lho.

Clay atau yang sering disebut lilin mainan ternyata punya nilai plus tersendiri untuk si aktif. Bahan mainan ini pun terbilang aman untuk anak usia 2 tahun. Ssstt, si abang Spiderman juga kenal dengan benda ini sejak umur segitu lho. Karena masih sepupu jauh dengan slime, tapi masih punya manfaat yang sama. Berdasarkan artikel ibupedia bermain slime dapat mengurangi kecanduan anak terhadap gadget. Jadi sangatlah cocok bila diberikan pada anak aktif ya buibu. Bedanya clay atau lilin mainan ini tidak selengket dan selembek slime. Tapi masih aman kok. Walaupun buibu harus merelakan karpet cantik di ruang keluarga atau kamar tidur jadi korban kreatifitas mereka.

Nah, berikut ada beberapa manfaat dari bermain clay untuk si aktif.

Dapat Mengembangkan Sensor Motorik

Keaktifan si kecil setiap hari terkadang bisa membuat sebagian buibu kewalahan. Bahkan gak jarang mereka menolak untuk napping time karena energi masih belum off. Namun, dengan permainan clay ini ternyata mampu membuat si aktif sedikit calming lho. Terbukti karena dengan menggulung, memipih, memilin, meremas, meratakan dan lainnya mampu mengembangkan sensor motorik anak. Apalagi jika anak diberikan sejak usia 2 tahun bisa sangat membantu pembentukan otot tangan, serta jari jemarinya lebih terkontrol. Hal ini memungkinkan si aktif bisa lebih terlatih ketika memegang pensil, menulis, menggunakan gunting kertas dan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan tangan.

Tidak hanya itu lho buibu. Memberikan alat tambahan seperti pisau plastik, rolling pin atau gunting kertas dapat menambah ide kreatifitas mereka. Tentunya sebelum itu kita juga harus membimbing agar si aktif semakin terampil ya.

Mengasah otak

Bermain clay dengan segala warna memang menjadi daya tarik bagi anak – anak. Terlebih lagi bagi si aktif, karena pada dasarnya mereka butuh permainan yang sedikit menguras otak dan menantang. Nah, dengan menyodorkan clay yang awalnya tidak berbentuk, memungkinkan mereka untuk membuat bentuk yang lain. Misalnya saja si aktif sering menonton kartun Doraemon, jadi mereka memikirkan bagaimana pertama – tama membentuk kepalanya dulu hingga kakinya yang pendek. Tentu ini sangat membantu otak si aktif lebih fokus dalam menyelesaikan masalah hingga selesai.

Mengenal bentuk dan belajar berhitung

Selain membuat si aktif lebih fokus, ternyata efek bermain clay juga mengenal bentuk hingga berhitung lho. Caranya tentu dengan bimbingan buibu agar mereka semakin kreatif dan cerdas. Bagi clay dengan warna berbeda dan bentuk dengan bulatan. Setelah itu tanyakan si aktif untuk menghitung berapa bulatan yang tersedia. Bahkan mereka juga bisa sekalian mengenal bentuk dari bulat, lonjong, hingga persegi. 


Seperti gambar di atas ini, si aktif diajarkan untuk membuat beberapa bentuk dengan media sapu lidi dan clay sebagai penghubungnya. Tentu permainan ini menyenangkan, karena si aktif merasa tertantang dan penasaran. Ide ini juga datangya dari searching di Pinterest lho.

Membuat bentuk segi tiga menggunakan lidi

 Menenangkan dan Meminimalisir Pemakaian Gadget

Di saat semua anak normal ada masanya low battery, namun beda halnya dengan si aktif. Mereka masih anteng dengan kegiatan fisik yang menguras tenaga. Baik itu berlari, melompat dari meja hingga jumpalitan di atas kasur. Semua itu hanya memerlukan waktu istirahat sedikit sampai si aktif kembali ke aktifitas semula. Nah, dengan menyodorkan beberapa lilin mainan, mereka akan merasa tertantang dan penasaran. Hal ini akan membuat si aktif bisa lebih tenang di tempatnya dengan waktu yang cukup lama, sementara  buibu bisa lanjut beberes rumah.

Tidak hanya orang dewasa saja yang butuh pelampiasan, tapi anak - anak kecil yang tidak bisa diam pun butuh penyalur emosi lho. Nah, dengan meremas, atau bahkan menginjak clay ternyata mampu menyalurkan sensor ransangan ke otak sehingga mereka merasa lebih rileks. Cara ini yang dapat membuat si aktif tenang dan emosi pun tidak meledak - ledak lagi.

Hasil kreatifitas Abang Spiderman, mulut monster

Furthermore, dengan kemodernan n kecanggihan teknologi di jaman sekarang sepertinya agak sulit melepas soulmate semacam gadget pada anak. Terlebih lagi jika diberikan di usia yang masih sangat muda sekali. Contohnya saja di umur kurang satu tahun mereka sudah terbiasa menyantap layar gadget dengan seijin orang tua. Padahal, cara ini sama sekali kurang tepat karena pada dasarnya mereka belum mampu membedakan tontonan positif atau negatif.

Mulut monster ala abang Spiderman

 
Bisa nebak ini apa?

Iya, ini bentuk clay menyerupai Aliens movie

Tapi dengan menyodorkan lilin mainan atau clay pada si aktif maka kemungkinan besar mereka akan rela melepas soulmate untuk sementara waktu. Permainan yang menantang dan menguras otak lebih menyenangkan di bandingkan gadget lho. Hal ini juga yang terjadi pada abang Spiderman. Bahkan ketika ingin tidur pun doi sempat - sempatnya membawa mainan kesayangan semacam  clay ke tempat tidur. Sebegitu cintanya.

Bahkan si adek alias Superman juga suka


Walaupun begitu buibu juga harus legowo saat si aktif menolak untuk bermain di satu tempat saja. Kemungkinan besar mereka akan berpindah - pindah dari satu tempat ke tempat lain sambil membawa lilin mainan. Bahkan karpet kesayangan buibu pun harus menjadi korban kreatifitas mereka. Kalau sudah begitu cobalah untuk memberi perjanjian hitam di atas putih pada si aktif agar tidak bermain di tempat - tempat rawan semacam karpet atau sofa. Jika memungkinkan sodorkan nampan plastik untuk menjadi alas agar mereka bisa berkreatifitas semauanya. 

So, pilih mainan yang mana nih buibu?

6:29:00 AM No comments


Assalamualaikum~

Mungkin cuman aku kali yang merasakan ini. Semakin bertambahnya usia banyak banget perubahan yang aku alamin. Dari susahnya balikin warna kulit ke asal, daya ingat berkurang, kerutan di setiap jejak kulit, badan cepat capek (baca: lemak dimana -mana), bahkan hobi pun ikut berubah lho. Cih, tuir banget kesannya ya. Padahal, baru kepala tiga ini. Hahaha. Etapi beneran deh, jaman masih ABG cabe cabean dulu ngembaliin warna kulit bisa dihitung hari lho. Misalnya, waktu sekolah sering banget ikut ekstrakurikuler yang berefek warna kulit jadi kusam plus dekil n hitam. Setelah coba - coba make handbody lotion whitening, eeh dengan gampangnya bisa berubah beberapa hari kemudian. Fyi jadi aku tu orangnya males banget pake handbody. Sampai disuruh - suruh mulu ama si emak. Cuman ya anaknya aja yang bandel. Hehehe.

Ato mungkin juga karena dulu waktu masih jaman sekolah cuaca gak seekstrim sekarang. Jemuran di pagi hari aja udah bisa bikin kulit gosong lho. Apalagi di siang hari. Udah kaya ikan asin. Hahaha. So, that's mean bumi udah semakin tua. Global warming kata orang - orang. Manusia semakin marak meninggalkan jejak limbah tekstil, plastik dan sebagainya. N that's mean again kalo itu berefek besar terhadap lingkungan dan binatang sekitar. Well, I don't wanna explain about it. Cuma nyentil dikit. Hehehe.

BUT WHY setelah punya anak dua di umur kepala tiga ini semuanya berubah?

Eits, aku gak ngebahas perubahan umum yang dialami wanita berumur 30-an lho. Kali ini sih pengen nyentil sedikit masalah perubahan hobi yang selalu aku lakuin di waktu single alias masih muda. One of them, suka dengerin musik. 
 
Musik di kehidupan aku sendiri sebenarnya punya efek besar. One of them bikin relaks, ato yang tengilnya mengenang kenangan bersama mantan waktu masih kuliah, ato parahnya lagi mengingat jaman masih oon karena ada satu lagu yang bikin mewek termehek - mehek (apalagi kalo bukan jaman baru putusan ama mantan).
 
1:01:00 PM 7 comments
(Disaranin untuk yang baca artikel ini dari Hp, yuk baca versi web ya. Klik link di bawah)

source

Di usia kepala tiga ini aku merasa ketika seharian penuh ngurusin rumah n anak, timing yang tepat untuk melepas penat adalah baring - baring di atas kasur empuk sambil nonton beberapa video. Biasanya sih aku suka cocok - cocokin waktu. Kalo lagi capek ato pengen sesuatu yang bisa bikin relax, aku sering mampir ke channel kesayangan. Bukan akun youtube artis lho ya. Soalnya aku paling anti gimik - gimik. Hahaha. Aku juga jarang nonton tv karena benda itu udah dikuasain oleh dua superhero dari pagi ampe malam. Well, bisa aja sih aku say no ke mereka. Ngajarin untuk saling berbagi waktu. Kadang si abang ngerti, kadang si ading paham n mereka angguk - angguk aja. Tapi kadang juga ada kalanya mereka nolak mentah - mentah apa yang emak ini nasihatin.

Biasanya aku langsung balik ke kamar trus buka channel youtube kesayang. Sambil lirik - lirik jugat sih kearah mereka, sapa tau si abang tiba - tiba nendang si ading ato mereka lari ke dapur buat ngambil alat pertempuran emak. Tari napas dulu deh, karena begini lah situasi sehari - hari emak - emak berdaster. Penuh petualangan~*sigh

Sapa tau diantara kalian yang merasa lelah seharian, butuh inspirasi ato tontonan yang bikin relax, coba deh tengok beberapa channel youtube ini.

Hokuoh Kurashi

Nemu channel ini sih baru beberapa bulan lalu. Setelah nonton mini series mereka: Gosh, I'am falling in luv for the first sight. So, Hokuoh Kurashi ini adalah tempat dimana kamu bisa beli perlengkapan kitchen n your outfit lho. Walopun kita gak bisa beli item mereka, karena emang terhalang jarak (ssehh), tapi kita cukup nonton video - video mereka yang hampir semuanya bikin relax. Hokuoh juga menampilkan kitchen tiap - tiap orang yang berbeda. Cara penyajiannya itu lho yang bikin betah para viewer lama - lama mantengin setiap video mereka. Bahkan mereka juga punya mini series lho. Pokoknya chakkeeppp banget dah.


Choki

Awalnya aku gak pengen subscribe. Tapi setelah nonton beberapa video dari Choki, besoknya langsung nyariin. Eh, kemaren nama channelnya apaan ya? Langsung cek history. Hahaha. Choki ini adalah seorang cewek Jepang yang tinggal bersama beberapa kucing kesayangannya.Yang paling aku suka dari channel ini adalah kitchennya! Kalo kemaren aku suka kitchen yang bersih dan classy, well sekarang aku prefer ke kitchen yang punya karakter kuat. Sama kaya mini series Hokuoh. Coba cek deh.

 

Living Big in Tiny House

Kalo yang sebelumnya kita temenan ama Japanese, nah sekarang kita melipir ke Eropa. Di saat semua orang berlomba - lomba pengen punya rumah gede n mevvah, orang luar sana malah berlomba mendapatkan hunian sekecil mungkin. Yeah, tau sendiri kan kalo bayar pajak disana mehol. Jadi mereka lebih milih untuk stay di rumah yang super kecil n bisa dibawa kemana - mana. Orang luar sana juga paling demen banget melalang buana dari satu tempat ke tempat lain gunain mobil. Bebas gitu. Bisa nancep rumah dimana pun mereka suka. Tapi yang jadi pertanyaan aku adalah misalnya mereka pengen netap di satu tempat apakah harus ada ijin dulu ato gimana ya? Penasaran ane.

Channel ini menampilkan tiny house di berbagai belahan dunia yang tentunya aku mupeng banget. Aku sendiri gak pengen hidup mevvah. Ada beras n ATM gendut juga alhamdulillah *hallah.


Gimana? Punya channel youtube yang ok buat nemenin kamu di kala senggang gak?

4:23:00 PM No comments
(Disaranin buat yang baca ini dari HP, kuy baca versi web ya biar keliatan videonya, arigatooo~)
 
Okay. Ini adalah postingan ke dua di bulan November. Let's say hamdallah, karena aku bisa nulis dua artikel di bulan ini hehe. Biasanya Ya Allah paling males buka laptop kesayangan karena udah capek duluan akibat ngurusin dua superhero yang lagi aktif - aktifnya. Well, on the other hand aku bersyukur banget mereka diberi kesehatan oleh Allah SWT. Walopun si Superman (si ading) lagi pilek n demam. Alhamdulillah lagi panasnya udah turunan, ya kadang bisa sewaktu - waktu balik lagi sih. Tapi mudah - mudahan aja cepet sembuh. Amin.

Well, actually kalo lagi rebahan di siang bolong ketika anak - anak sibuk nonton kartun aku pasti menghibur diri dengan nonton beberapa video di youtube. Yang paling bikin bulu roma merinding itu adalah di saat nonton para stalkers yang suka menguntit korbannya kemana pun. Bahkan nih ya para selebritis dunia pun pernah jadi korban keganasan mereka. Sempat juga ada kejadian si stalker ini naked di dalam kamar salah satu aktor dunia. Cuy, that's creepy! Untung aja gak dilaporin ke polisi. Padahal, kejadian itu kan udah mengganggu privasi orang. Apalagi sampe bikin jantungan dengan kelakuan mereka. Ditambah lagi malah ada yang ngebunuh si artis karena merasa gak ada yang pantas bersanding dengannya kecuali doi. Gosh!

So, I also wanna sharing about ma experience. Tapi udah pada tau, kan stalker itu apa? Jadi kalo di Indonesia sendiri sebenarnya stalker kaya punya konotasi positif alias punya reputasi baik. Misalnya aja stalking mantan pacar ato pengen sama seseorang tapi gak tau orangnya itu kaya gimana bentuk n kelakuannya ya dengan stalking medsos doi. Padahal, aslinya nih stalking punya konotasi negatif lho. Well, namanya juga beda budaya kan ya. So it's normal lah.
 
source

Stalking sendiri menurut sehatq adalah aktivitas mengikuti seseorang, termasuk mengamati, sering mendatangi area sekitar, bahkan tempat seseorang tinggal, berbisnis, atau bekerja, terutama tempat yang sering dikunjungi untuk melakukan kegiatan sosial atau rekreasi.


Pengalaman Pertama

Jadi, aku punya pengalaman creepy tentang stalkers. Aku sendiri sebenarnya paling demen banget jalan sendiri naik motor. Kalo disuruh suami alias Popeye beli sesuatu aku langsung tancep gas naik motor. Well, tau sendiri, kan kalo cari me time ditengah jadwal padat karena harus ngurus semua kerjaan, baik itu ngurusin anak - anak, bersihin rumah dsb kadang atau hampir gak ada seharian nemuin me time yang pas tanpa hambatan. So, aku menawarkan diri untuk keluar rumah demi refreshing otak biar gak kusut tiap hari dengerin dua superhero teriak - teriak. Penghilang penat temporally lah. 

Nah, pernah ada kejadian waktu malam - malam nyari sesuatu tiba - tiba ada seorang bapak - bapak negur aku dari belakang. Yang jelas saat itu jalanan lagi padat n pengendara hampir bergesekan (duileh kayak mesin ATM aje digesek - gesek hehe). Si bapak ini negur aku dari belakang trus ngelewatin aku yang lagi ngendarain motor agak slow (bukan tipe emak bar - bar penguasa jalanan) sambil noleh ke aku. Yah, aku bingung donk. Doi ngomong apa, negur bajuku yang kebuka di belakang atau gimana nih? Makin melambat lah aku, sapa tau emang bajuku kebuka kali ya jadi aku raba - raba pinggangku. Eh, gak kok. Trus tadi ngomong apa ya si bapak? 

Lanjut lagi lah aku nyusurin jalanan (sekali lagi bukan emak bar - bar penguasa jalanan). Actually aku juga bingung saat itu lagi ngapain. Yang aku ingat cuman pengen nyari sesuatu yang gak penting, tapi cuman pengen nyari me time doank. Eh, tiba - tiba si bapak ini lewat lagi di sampingku. Lho? bukannya doi udah jalan duluan tadi ya? Kok doi nongol lagi sambil ngeliatin aku dengan muka yang agak gimana gitu. Berarti doi ngebut demi ngeliat aku dari dekat? Kok creepy sih. Perasaanku tiba - tiba gak enak. Setelah nemuin jalan yang tepat barulah aku mutusin untuk lewat situ dengan tergesa - gesa. Eh, kok samar - samar kulihat si bapak ini dari kaca spion  juga ngikutin dari belakang? Wah, gak beres nih. Jantungku langsung deg - degan. Badan udah mulai menggigil ketakutan. Mo ngapain si bapak ini, coba? Mo kenalan? Mo nawarin sesuatu? ato mo beli sesuatu di gang ini? Tapi yang bikin bergidik itu doi bela - belain ngebut untuk ngepapasin aku lagi lho. Itu gimana gak bikin pikiran jadi negatif, cuy.

Setelah merasa bener - bener gak beres aku langsung berhenti di sebuah warung depan Klinik. Padahal, gak ada niatan beli sesuatu sih. Cuman pengen mastikan aja kalo si bapak ini gak stalking aku. Etapi kenapa pake ngeliatin aku waktu aku stop, coba? Nakutin aja lho. Trus tanpa beli apa - apa aku langsung cabut. Ngebut naik motor karena kulihat doi lewat jalan sebelah. Kemungkinan bisa berhenti demi bisa nyamperin aku lagi. Buset. Daripada disamperin ama bapak - bapak gak jelas, aku mutusin lewat jalan lain. Trus nyampe rumah ortuku. Kebetulan dekat situ ada rumah mereka. Kuceritain lah. Beneran deh jadi ngeri sendiri.

Pengalaman Kesekian

Waktu itu ada acara selamatan di rumah orang tuaku setelah isya. Karena udah niat pengen ngasih sedikit makanan ke mertua, aku bela - belain hujan gerimis - gerimis mampir kesana. Lumayan sih jaraknya. Jadi modal nekat aja n modal jaket angkatan kuliah, haha. Kejadian persisnya aku udah lupa, cuman saat itu ada bapak - bapak (juga) yang stalking dari belakang motorku. Tanpa babibu lagi aku langsung ngegas n ketika sampe di rumah mertua aku ceritain ini.

Ceritanya sih kayak sepele ya. Bagi orang yang gak pernah punya pengalaman macam gini pasti ya agak skeptis trus nganggap; emang segitu creepy alias menakutkan kah? Kok bisa sampe bikin menggigil gitu kaya mandi junub di subuh hari sih? Dude, bayangin kamu diikutin kemana - mana. Kemana - mana lho. Mampir kesini, doi ngikut. Mampir kesono, eh doi ngikut lagi. Udah kayak debt kolektor lho. N sewaktu - waktu bisa aja setelah nemu waktu yang pas doi langsung nyamperin n maksa buat ikut. Parahnya lagi kalo kita say no, doi bisa berbuat yang gak - gak ke kita. Well, suudzon sih gak, cuman berhati - hati aja. Kita gak tau niatan asli orang tersebut gimana. Bisa aja dibalik baju ato celananya doi nyembunyikan pisau carter kek ato kertas ama pulpen (ceritanya pengen minta tanda tangan hehe, kan ngefans).

Pengalaman Kesekian Part 2

Jaman masih kuliah paling demen nyari makan sendiri. Ya walopun juga sering nyari makan ama temen - temen. Karena lokasi kost- kostan juga emang deket banget ama pusat jajanan mahasiswa. Apalagi deket ama Hotel Mesra International n Mall Plaza Mulia Samarinda. Hahaha. Tentunya juga deket ama tempat siaran radio saat itu, dibelakang Hotel MI ini lho. Well, hello Mradio 102,7 fm Samarinda! I miss you so damn~
 
 Nah, waktu itu sehabis nyari persediaan di warung deket kost tiba - tiba muncul seorang cowok cakep dari belakang. Jadi tempat kostan aku ini berada dalam gang sempit. Jalannya pun berliku - liku. Jadi kalo pengen markir mobil ato bahkan pengen punya mobil, mendingan segera pindah dari sono. Soalnya kagak ada tempat buat markir. Bahkan naronya aja bingung dimana. Jadilah dipinggir jalan besar yang sebenarnya gak besar n lebar juga. Pernah ada kejadian suami n aku diteriakin ama ibu - ibu yang lagi lewat pake mobil. Bilangin jangan parkir dipinggir jalan. Pengen rasanya aku balik teriak, tapi ya emang dipinggir jalan situ doank yang free. Itu pun pake jadwal lho. Eh, ini ngapain cerita masalah jalan kostan ya. Hahaha.

Balik lagi.
Jadi si cowok yang beneran cakep ini tiba - tiba nongol dibelakangku. Sumpah, beneran cakep. Pake motor ninja pulak. Tapi sayang saat itu aku langsung gemetaran, karena doi ternyata stalking aku sampe masuk ke dalam gang. Setelah aku noleh n nanya kenapa. Doi bilang boleh kenalan gak? Ya aku spontan bilang gak trus langsung ngacir. Ya ampun sotoy banget saat itu. HAHAHA. Harusnya bilang yes yee, tapi aku malah sebaliknya. Takut. Herman. Penyakit apa ini, coba?

Tapi terlepas dari itu semua kita harus lebih aware atopun waspada lagi pada sekitar. Jangan anggap sepele hal macam ginian. Kalopun pengen jalan - jalan sendiri ya gak papa lah asal jangan keasyikan bikin instastory atopun scrolling hal - hal yang gak penting di medsos yang endingnya bikin diri kalian kenapa - napa. Nikmatin aja setiap view tanpa sibuk main gadget. Waktu itu harus dinikmatin, bukan disia -siakan.

Kalo pun ada seseorang yang stalking kalian sampe parah banget, langsung aja laporin ke orang terdekat ato bahkan ke Polisi sekalian. Kalo masih bisa ditoleran cobalah ngelakuin kayak cewek Asia di video tersebut, langsung ikut nimbrung ke kumpulan orang n berpura - pura nemuin temen lama. Pokoknya cari pertolongan dengan masuk dimana orang - orang banyak ngumpul. Ato kayak aku tadi, pura - pura mampir ke warung. Karena kata alm. Bang Napi kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah!

NB.
Tulisan ini harusnya ending beberapa minggu lalu waktu si ading lagi sakit. But it's ok. Yang penting nulis. Hehehe.
4:11:00 PM 2 comments


Lama gak ngeblog tiba – tiba muncul judul kaya gini maksudnya apa, coba? Pengen click bait ato gimana nih? Hahah. Ini sudah bulan November lho. So it’s mean akhir tahun bakalan sebentar lagi. N tujuan utama kelarin novel harus delay lagi gara – gara laptop jadul yang diberi nama Pupu ini kena penyakit. Bukan, bukan kena virus. Tapi kelamaan gak dijamah akhirnya keyboard pada nempel alias lengket. Alhasil gak bisa ngetik – ngetik seperti biasa. Actually, penyakit ini muncul karena aku keasyikan nulis di buku catatan tanpa buka – buka laptop. N endingnya ya kaya gitu.

Hmm, berarti gitu juga gak ya kalo istri lama gak dijamah ama suami? Lengket ato bau basi, gitu? *mikirsambilpegangdagu. Halah! Pikiran kebanyakan nonton 19 detik ya gini *ehh. Untung punya suami yang jago beresin permasalahan laptop. Ini karena doi dulu sempat punya usaha bareng temen instal laptop ato pun perbaikin laptop. Ahh, I luph luph u full dah, mas~ sini raba – raba dulu *readerlangsungbantinglaptopdanhape.

Well, as usual kegiatan ini dilakukan ketika para superhero sudah pada tepar semua. Berdoa aja mudah – mudahan malam ini si ading alias Superman alias Kinza gak rewel lagi. Ketikan ini pun bakal kelar sampai tuntas pokoknya.

source google

Trus, judul yang di atas itu emang personal experience nih?

Yupp. To be honest untuk mengingatnya aja kayaknya ogah – ogahan. Malu. But I just wanna sharing to many people kalo sebenarnya orang – orang macam gitu gak harus ditutupin ato dirahasiakan. Bilangin aja ke orang tua ato kalo perlu ke om Polisi sekalian.

Nah, menurut Helodoc Pedofilia adalah gangguan seksual yang berupa napsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun. Orang yang mengidap pedofilia disebut pedofil. Seseorang bisa dianggap pedofil jika usianya minimal 16 tahun.

Unfortunately, saat itu aku yang masih di sekolah dasar gak punya pikiran sampe sana. Orang – orang macam mereka harus diapain. Malahan waktu itu aku ketakutan setengah mati, gemetaran. Bisanya cuman dipendam dalam hati. Malu harus cerita ke orang tua. Bayangin lho, orang tua sendiri. N sekarang baru berani cerita ke suami. Itu pun pertamanya malu. Can you imagine it?

Wow, very creepy. Kalo boleh tau orang – orang yang di maksud itu sapa?

Yang jelas orang – orang terdekat. I mean bukan keluarga ya. But in one case aku pernah juga ngalamin kejadian yang gak mengenakan dari keluarga dekat a.k.a paman. Bukan paman kandung dari sodaranya abah ato emak. Well, kita gak bisa menyebutnya sebagai pedophile secara langsung ya. Tapi satu waktu aku ikut naik motor n diharuskan duduk di depan itu rasanya gimana gitu. Just for information that korban yang mengalami pelecehan ini benar – benar ngerasain sesuatu yang lain. N kita sebagai manusia itu emang beruntung banget karena dibekali insting yang kuat. I mean insting dimana kita ngerasa kaya ada sesuatu yang gak beres ama ini orang. Kayak diperlakukan berbeda gitu dari biasanya. Dipegang tapi beda gitu lho. Ini yang bikin aku gak mau ikut doi lagi karena takut diperlakukan gitu lagi.

Terus? Selain itu ada lagi gak kejadian yang bener – bener gak bisa dilupain sampe sekarang?

Dicium n diraba – raba bagian terlarang.

Wait. Itu beneran dipegang, gitu? Dicium? Diraba?

Cuy, aku bikin judul ini ya jelas lah berarti pernah ngalamin para pedophile laknat.

Ohh,iya ya. Ente yang punya hajat. Ehehe. Lanjut mba, ngejus dulu biar otak adem kaya studio radio yang AC nya kadang dingin kadang gak. Hehe.

Iya, heran ane. Itu AC kadang dingin kadang gak waktu ane siaran. Apa karena ane siaran hari Minggu di saat para pekerja lain gak ada, jadi AC nya dikecilin kali ya *ambillontelonte ambiloteote (bahasa Samarinda: bakwan).

Eh, balik lagi nih masalah yang tadi. Pengalaman paling gak mengenakan yang gak bisa dilupain sampe sekarang. Jadi penasaran *benarintalibeha

Ya itu tadi. Dicium n diraba – raba dibagian terlarang. Jadi dulu kakak perempuan punya temen, cowok. Rumahnya deketan ama kita. Jadi ya sering main - main ke rumah. Pernah satu waktu aku lagi asyik – asyiknya nonton film kartun tiba – tiba doi dateng dari belakang. Saat itu emak n abah lagi diluar kalo gak salah, diteras rumah lagi ngobrol ama tetangga. Jadi tinggal aku di ruang keluarga n kakak yang lagi di dapur. Nah, si laknat ini (sori ye bahasanya agak kasar, soalnya gak ada nama yang pantas buat para pedophile macam mereka) dateng n dekatin aku trus tiba – tiba langsung cium aku di pipi. Raba – raba gitu.

Lha, aku kaget donk. Spontan langsung menjauhkan badan. Ini kenapa perasaan tiba – tiba gak enak gini? Si laknat ini pun dengan santainya kayak gak punya dosa lanjut ke dapur samperin kakakku. Obviously, aku gemetaran. Cuy, dicium n diraba – raba saat masih ingusan ya ketakutan n gemetaran lah. Beda kasus kalo udah dewasa. Ya kalo diperlakukan gitu ya langsung tancep gas. HAHAHA (kelakuan minus emak – emak berdaster ya gini nih, becanda ya~).

Ketika doi lagi nimbrung ngobrol bareng ortuku di luar, aku dengan sengaja lompat dari pager rumah. Jadi, rumah orang – orang kalimantan kan panjang n suka banget tuh sepanjang terasnya dipagerin walopun cuman sebatas paha doank. Aku emang sengaja lompat dari situ soalnya ada si laknat yang duduk di antara pager yang dibuka. Doi menghalangi jalan. Jadilah aku lompati pager tanpa harus negur n bersentuhan ama si laknat. Alhasil aku ditegor ama si emak. Dibilangin gak sopan. Aku? Bodo lah saat itu. Belum tau aja si emak kalo anaknya jadi korban pedophile. But unfortunately aku gak punya keberanian untuk ngungkapin kejahatan si laknat ini.

Beruntungnya pelaku pedophile ini cuman bentaran doank hidup di sekitar perumahan kita. Doi harus pindah entah ke dunia mana. Jadi aku gak ngalamin pelecehan lagi.

Wuihh, gak kebayang gimana perasaan mba saat itu. Takut, gemetaran, malu. Tapi kejadian itu cuman sekali doank, kan? Gak ada lagi kan ya para laknat yang berusaha nyentuh – nyentuh?

Well, unfortunatelly gak. Sebelumnya aku udah jelasin kalo kejadian yang gak bisa dilupain sampe sekarang adalah dicium n diraba – raba, right? Itu dua pelaku yang berbeda, cuy.

What?! Seriusan mba? Trus trus?

Bentar ambil kerupuk n teh dulu biar tambah semangat ceritanya. Hehehe. So, tetanggaku yang emang teman si abah ini punya sodara. Dari penampilan sih ya biasa aja. Gondrong n agak sangar – sangar lah. Kayak mas – mas sewajarnya menurutku. Lagian juga gak punya pikiran macam – macam ini. Tapi setiap aku lewat ato pun ada doi pasti deh dicanda – candain sambil kaya dijodohin gitu. Lha, aku yang masih ingusan ini agak gimana gitu. Masih SD udah main jodoh – jodohan segala (yeah, walaupun cuman becanda doank ceritanya). Tapi anehnya istri tetanggaku ini malah santuy – santuy aja donk anak ingusan macam aku ini dicandain gitu. Aku yang dengernya aja agak ilfill n gak berani dekat – dekat ama doi. Fyi jadi si sodara tetanggaku ini mungkin udah berumur hampir 30an saat itu, soalnya sekarang aku lihat doi udah tua banget (yeah, masih idup doi).

Nah, pernah satu hari waktu aku lagi main – main ke rumah tetangga sebelah rumah tiba – tiba doi dateng nyamperin. Niatnya mungkin ikut kongkow juga karena kebetulan ada anak – anak remaja cowok yang emang juga anak tetangga. N kebetulan lagi kakak sepupuku temenan ama doi juga. Walopun saat itu kakakku ini masih SMP. Tapi pas mereka masuk ke dalam rumah, aku yang lagi duduk di teras depan pintu disamperin ama si doi a.k.a si laknat. Untuk menutupi perlakuan bejatnya si laknat ini pura – pura duduk di pintu nutupin kelakuannya yang tiba – tiba nyentuh bagian terlarang aku. Aku langsung kaget donk. Cuman doi santuy – santuy doank. Emang para pedophile suka gitu ya? Habis ngelakuin dosa trus mukanya innocent banget. Kayak gak pernah ngelakuin cabul gitu.

Obviously, aku udah lupa apa yang aku lakuin saat itu. Yang jelas lagi gak menikmatin setiap sentuhannya lho. Anjayani. Jijik. Nah, pas ketemu ama doi lagi aku langsung tendang doi. Kalo gak salah kena perut ato dadanya gitu. Hampir lupa deh. Maklum faktor umur yang udah kepala tiga ini. Hehehe. Kakak sepupuku yang ngeliat aku nendang si laknat kaget n nasehatin. Anak kecil gak boleh gitu ama orang tua. Lha, ngapain dilarang wong yang aku tendang ini tai kok. Unfortunatelly aku gak cerita lagi ke keluarga. Semuanya aku pendam dalam hati. Sampai aku kuliah, kerja, merit dan punya anak dua baru berani cerita ke suami.

Wow, separah itu ya mba. Tapi kalo boleh tau ada gak sih efek kecil ato besarnya di kehidupan sekarang? Karena, kan kalo dari cerita yang kita baca n dengar – dengar pasti ada aja efek yang bakal didapat setelah diperlakuin gitu. Misalnya aja, sori nih ya pembunuh ato para pelaku kriminal pasti di kehidupan sebelumnya punya pengalaman yang bikin merinding. That’s why mereka ngelakuin hal – hal yang gak diduga, ya karena itu tadi. Mereka punya pengalaman yang gak bisa dilupakan. Kira – kira ada gak sih efeknya di kehidupan mba sekarang?

Well, alhamdulillah gak ada sih. As usual aja. Beneran. Kalo kehidupan berumah tangga n kehidupan single ato masih belum merit jelas beda ya. N I think emosi aku saat aku single n sudah punya anak itu beda. Dimana kita biasanya cuman ngurus diri sendiri aja gak becus, ini tiba – tiba harus ngurus tiga kepala sekaligus. Sapa yang gak stress kadang – kadang, kan. So, gak ada sama sekali. Ya kecuali itu tadi palingan emosi karena harus ngurus semua kerjaan setiap hari aja sih. N ini juga sama sekali gak ada imbas – imbas dari pengalaman tadi.

Fyi, I am introvert. Indeed. Jangan dikira setelah dapat pengalaman macam gitu aku langsung berubah drastis menutup diri dari semua orang. Karena aku pernah baca kalo ada seorang cewek yang dapat pengalaman buruk dari orang tuanya sendiri ketika masih kecil bahkan. Gosh, orang tua sendiri lho. Aku gak habis pikir. N setelah doi beranjak remaja, doi gak pikir panjang melarikan diri langsung ke luar negeri, Amerika Serikat. N kabar yang aku terima tadi itu doi meninggal. I don’t know  why. Yeah, mungkin memang sudah takdirnya kali ya. But yang bikin merinding itu adalah doi pernah beberapa kali mencoba melakukan bunuh diri. Saking gak kuatnya mendapatkan perlakuan like that dari ayahnya sendiri. Damn!

 

Mudah – mudahan aja para korban diluar sana yang pernah merasakan pengalaman ini berani speak up ya. Jangan dipendam.

Yupp. That’s why kita punya mulut. Digunakan sebaiknya, jangan cuman ngeghibah doank. wkkk.

Ada lagi gak sih pengalaman selain itu mba?

Hmm. Pernah juga hampir dicium.

Ya ampun, mba. Muka mba waktu masih SD kayaknya mirip Gigi Hadid ya makanya banyak para mas – mas ato bapack laknat pada doyan?

Sebelas dua belas deh kayaknya *mukamintaditabok. Dulu waktu masih kecil sering pergi ke rumah tetangga yang kebetulan buka belajar mengaji. Jadi setiap sore hingga selepas maghrib kita disana. Sekalian shalat jamaah lah. Nah, pernah ada kejadian mati lampu pas kita lagi ngaji. Padahal, banyak banget anak – nak bahkan sampai remaja yang ikutan ngaji disana. Eh, pas mati lampu itu lah aku ngerasain tiba – tiba ada satu orang yang berusaha untuk cium pipi aku. Cuman aku langsung malingkan muka. Takut, gemetaran. Setelah nyala aku tau orangnya sapa. Cuman ya itu tadi, aku gak punya keberanian buat speak up, cuy! Antara takut, malu n gemetaran itu jadi satu.

Waduh, jadi pengen cium bapacknya *eh. Maksudnya dicium pake martil. Hehehe. Trus pesan mba untuk orang – orang diluar sana apa nih? Baru kita tutup topik kali ini. Udah kaya dosen di kelas yee.

Pesannya cuman satu: bekalin anak – anak kita untuk berani bilang NO ato speak up jika ngalamin hal – hal kayak gitu. Para pedophile itu suatu hari bisa merusak masa depan anak – anak lho. Unfortunatelly, saat aku masih kecil gak dibekalin ortu apa yang harus dilakuin kalo misalnya berhadapan ama si laknat. Cuman buat kalian yang punya anak kecil, adek ato sodara dekat jangan sungkan untuk jelasin mereka tentang hal ini. Kenalin anggota tubuh mereka satu persatu. Mana yang boleh n gak boleh dipegang oleh orang selain doi sendiri.

Bahkan satu waktu aku pernah ngejelasin ke anakku yang baru berusia lima tahun itu setelah mandi untuk gak naked di depan rumah. Karena tau sendiri, kan anak kecil itu suka lari – lari keluar rumah trus panggil temen – temennya. Padahal, lagi naked lho. Ehh, ato cuman anakku aja yang kayak gini? Jadi, aku jelasin lah sambil nunjukin ke doi. Mana yang boleh dipegang ama doi, n mana yang gak boleh dipegang oleh orang. Kalo misalnya ada orang yang pegang daerah sensitifnya harus berani marahin orangnya. Jangan takut, jangan diam doank. Aku juga jelasin kalo mama yang pegang itu karena doi belum bisa mandi sendiri (kurang bersih lah nurut aku, walopun doi pernah mandi sendiri). Ntar kalo udah sekolah mama gak boleh lagi mandiin, n gak boleh pegang itunya juga. That’s it sih.

Thankyou ya mba udah dikasih waktu buat wawancara masalah ini. Habisnya lagi heboh – heboh presiden Amerika terpilih sih yang katanya punya kelakuan plus ini. Hehehe.

You’re welcome. Sebenarnya ini, kan hajatannya ane. Situ cuman tamu doank.

Eh, iye yee. Kalo gitu ane permisi dulu mba *salimtangantrusburu2keluarsambilnyarisendaljepit

Supaya lebih paham kengerian pedofil nih Ane kasih videonya wak Nadia.

NB: Cerita ini berdasarkan pengalaman nyata dari emak - emak berdaster. Gak ada maksud apa - apa kok. Mungkin sebagian ada yang berpendapat bahwa itu kan aib, ngapain diumbar - umbar? Allah aja udah nutupin, masa kamu ngumbar - ngumbar lagi sih? Well, bedanya kalo itu bukan aib, sodara - sodara. Aku gak menikmatin setiap sentuhan para Pedofil. Lagian menurutku aku gak berdosa sama sekali karena emang aku gak suka ama mereka, cuy. Gak melakukan perbuatan tersebut atas dasar suka sama suka, right? Nah, barulah bisa disebut dengan aib n dosa. Kalo akunya suka ngapain diumbar - umbar sih?Aib lho itu bukan makanan yang bisa diumbar - umbar. hehehe.

SEKIAN

12:48:00 PM No comments
Newer Posts
Older Posts

BONJOUR!

My Photo
oldra karlinda
Hai! panggil aku emak - emak berdaster. Seorang penggemar hujan dan langit semenjak remaja hingga sekarang. Pecinta seni, buku hingga musik down beat.
View my complete profile

Follow Us

recent posts

Labels

Aku baby birthday Creepy Experiences curco Graduation Home Sweet Home Information Jajanan Kuliner Kampuss kost Ma' Family Ma' Friends Ma' Poetry Ma' writing Musik Paranormal Popeye Random Talk Rekomendasi Film Rekomendasi Youtube Review film Song Lyric Song Lyric / video Song Lyric / video / film struggle emak - emak Tips travelling work

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  June (1)
      • Butuh Asupan Tulisan
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (1)
    • ►  December (1)
  • ►  2023 (5)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2021 (3)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (6)
    • ►  November (2)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2019 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November (3)
    • ►  October (2)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2016 (35)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (5)
    • ►  May (5)
    • ►  April (10)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (14)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  May (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (1)
  • ►  2014 (23)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (38)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (8)
    • ►  May (14)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2012 (4)
    • ►  December (2)
    • ►  January (2)
oldra.karlinda@gmail.com. Powered by Blogger.

Kontak Aku Yuks






Followers

Peeper

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Bloglovin

Bloglovin

Welcome to ma' ordinary blog..^^ Hope u will happy with all about ma' posting.

Ma Fav Links

  • hot chocolate and mint
    I Grieve
  • Bright.Bazaar
    My Drew Barrymore Segment: Art Deco Design Is Trending Again
  • A Beautiful Mess
    Grown Up Strawberry Shortcake Shake
  • My Life Journal
  • - sunny morning diary -
    Baby Jason's 1st year (& nursery) : 0~4 months ♡
  • shitlicious
    Alasan-alasan Paling Menyakitkan Buat Putus
  • ariefmuhammad's digital diary | poconggg.com
    Gimana rasanya mendarat di bulan?
  • MY MILK TOOF
    My Milk Toof Travel Update

Popular Posts

  • STRUGGLE EMAK - EMAK: Kenapa Setelah Punya Anak Genre Musik Berubah?
    Assalamualaikum ~ Mungkin cuman aku kali yang merasakan ini. Semakin bertambahnya usia banyak banget perubahan yang aku alamin. Dari susahny...
  • APA KABAR?
    Kayaknya udah basi deh alasan gak ngitik – ngitik blog kesayangan gara – gara terlalu sibuk ngurusin kerjaan yang bener – bener nguras ...
  • TETIBA PINDAH HALUAN?
     Assalamualaikum~ Masha Allaaahh, akhirnya aku bisa ngeblog setelah sekian peradaban lamanya, hihihi. Rasanya gak bakalan bisa ngelepas blog...
  • Hang out to Sebulu 08/05/2011
    Semua makanan+minuman dkeluarin bwt kmi :D Echa (kiri), wiwik, aku n' mb'jane Apri, udhi, echa, wiwik n' mb'jane...
  • Part 2: Macam - macam Paranormal Experience Si Emak Berdaster
    INTERMEZZO  Assalamualaikum~ Sebenarnya untuk nulis blog ini harus dengan penuh paksaan. Paksaan karena emang lagi gak mood buat nulis. Terl...
  • Waspada Penculikan Anak: Fakta yang Dibungkus Hoax, Benarkah? (Beropini yuk!)
    Assalamualaikum wr wb~  Jadi ceritanya dapet record suara orang yang ngabari tentang percobaan penculikan di sekolah. Info ini dapetnya dari...
  • AWAL TAHUN SAMA DENGAN AWAL YANG MANIS?
    Penulis: Gadiss Ilalang ( read : nama pena)   Assalamualaikum~ Finally, semangatku di awal tahun 2025 ini untuk ngisi blog tercinta akhi...
  • Personal Experience: Jadi Korban Stalker!
    (Disaranin buat yang baca ini dari HP, kuy baca versi web ya biar keliatan videonya, arigatooo~)   Okay. Ini adalah postingan ke dua di bula...
  • Butuh Asupan Tulisan
    Eid Mubarak, online neighbour!༘⋆🌷🫧💭₊˚à·†  Jadi, aku sedang butuh asupan tulisan. Walaupun aku tau tugasku sekarang lagi banyak - banyaknya,...
  • Happy B'day for the Second Time
    Umur emank gak ada baunya. Tau2 udah nambah lagi di tahun 2014 ini. Yahh, gak sebau kentut si Popeye lahh *apaseh*. Yepps, always on 21...

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates